Sagiman Sang Supporter Tunggal Indonesia

Jakarta, 13 April 2013

Image
Apresiasi tinggi Sagiman terhadap olahraga Indonesia

Sagiman dilahirkan pada tanggal 17 September 1966 di Jalan Gua Cermai, Desa Trunggu, Kelurahan Selo Pamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang ayah yang mempunyai tiga orang putra. Pekerjaan sehari-harinya merupakan sebagai seorang supir pribadi. Dan selama menjadi seorang supporter tunggal, beliau hirah dari Yogya ke Jakarta, hingga sekarang.

Nama Sagiman diambil ketika detik-detik kelahirannya sang ayah malah asik main Voli bersama teman-temannya. Dan ketika diberi kabar oleh kerabatnya bahwa istrinya akan segera melahirkan, beliau hanya berucap “sebentar, sakgiman lagi” menginstruksikan bahwa setelah satu permainan (Sakgiman) selesai, beliau akan pulang. Maka, disitulah inspirasi ayahnya untuk memberikan nama Sagiman kepada pria yang sedari kecil memang ingin sekali menjadi atlet Voli.

Pertama kali datang ke Jakarta tahun 1988 tapi tidak lama lantas kembali lagi ke kampung halaman. Tahun 2006 kembali datang ke kota metropolitan ini karena ada pertandingan piala Thomas Uber di Senayan. Semenjak saat itu, Sagiman mulai dikenal orang banyak, mendapatkan pekerjaan di Jakarta sebagai supir pribadi, semakin dikenal orang banyak atas loyalitasnya terhadap tim olahraga Indonesia.

Setiap laga Indonesia melawan Negara lain Sagiman selalu menyempatkan diri untuk hadir. Untuk mendukung pertandingan Indonesia. Apapun itu jenis olahraganya, namun bapak yang berpenampilan unik ini paling suka olahraga Voli, Sepak Bola dan Badminton. Kebanggaan dan kebahagiaan yang paling besar dirasakannya pada saat Sea Games lalu, Indonesia menyapu bersih Malaysia. Hal itu yang sampai saat ini masih membekas sedemikian hebat di hati terdalamnya.

Menjadi seorang supporter tunggal memang tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa Sagiman adalah supporter bayaran. Padahal tidak sepeserpun beliau dapat entah dari pemerintah atau instansi manapun. Menjadi supporter yang benar-benar untuk mendukung Timnas Indonesia.

Banyak sekali pesan yang tersirat dari kemunculan Sang Supporter Tunggal ini. Pesan bukan hanya untuk para supporter tim manapun agar tidak melakukan aksi kekerasan apabila tim yang didukungnya tidak menang, tapi juga untuk pemerintah agar segera memperbaiki sistem pada bidang keolahragaan di Indonesia, serta memperhatikan kesejahteraan para atlet Indonesia di masa tuanya kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s