Aku tak bisa menulis
Aku tak bisa membaca
Aku tak mengerti apapun
Aku tak merasa apapun

Aku tak bisa melihat
Aku tak bisa mendengar
Aku tak bisa merasa
Aku tak bisa menggenggam

Bagaimana mungkin aku bisa mengertimu?
Bagaimana mungkin aku bisa mengenalimu?
Bagaimana mungkin aku bisa merasamu?
Karena kau tak pernah ucap sesuatu

Aku tak punya indera, bagaimana mungkin aku bisa belajar?
Ribuan kamu di logika
Ribuan kamu di kepala
Ribuan kamu dibalik rusuk
Ribuan kamu…

Pernah aku mengutip sebuah kalimat, “apabila tak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.”

Ribuan kamu di dalam batin
Menyerang logika dan perasaan
Sayangnya kamu tak merasakan
Ada ribut besar di Colloseum batinku

Aku tak punya indera, setidaknya aku punya kamu…

Advertisements