Search

AKS

Tanpa Sastra Aku Bisa Apa?

Bali Tolak Reklamasi

Kamu Itu Lucu

Kamu itu lucu
selalu berseru tentang hal kecil padahal sekelilingmu melakukan hal yang besar tanpa satu kata
Kamu itu lucu
selalu memandang bahwa orang mempunyai luka di badannya namun tanpa sadar kamu mempunyai luka yang menganga hampir di sekujur badan.
Kamu itu lucu
Selalu memandang orang seperti terpendam di bawah kakimu namun tanpa sadar kaupun sebenarnya ada di bbawah tanah hampir mati dimakan cacing
Kamu itu lucu
Senantiasa mencaci sekitar padahal seharusnya kaupun sadar kau butuh lebih banyak cacian
kamu itu lucu
saat kau teriak kelelahan padahal sekelilingmu tak pernah teriak kelelahan sekalipun jabis sudah keringatnya diperas
Kamu itu lucu
selalu mempunyai kata untuk bersilat lidah dengan orang-orang yang berusaha membuka matamu
Kamu itu lucu
saat tak satupun yang dapat kau hasilkan namun kau senantiasa berjalan dengan dada membusung layaknya seorang jendral
Kamu itu lucu
Saat kau marahi aku dengan kata-katamu namun sebenarnya harusnya akuyang memarahimu
Kamu itu lucu
Saat kau mengaku mengalami kesulitan untuk masa depanmu padahal kaupun lhat sendiri bahwa aku yang sebenarnya mempunyai kesulitan itu
Kamu itu lucu
Saat kau selalu minta diprioritaskan namun tak pernah sedikitpun kau memprioritaskan orang lain
Kamu itu lucu
Saat aku tak boleh bercengkrama dengan orang-orang pecandu tapi sebenarnya kau tidak jauh lebih baik dari mereka.
Kamu itu lucu
Saat kau mulai campur tangan atas masalah pribadiku seharusnya kau selesaikan dulu pribadimu
Kamu itu lucu
Ya kamu itu lucu
Lucu sekali sehingga aku tertawa terpingkal-pingkal hingga mataku berair
Ya, kamu lucu – sampai sedih saya melihatmu begitu lucu.

Entah…

Entahlah…
Entahlah kamu yang di pelupuk mata atau yang di bawah tempurung kepala.
sulit sekali aku mengidentifikasinya
Terkadang kamu di pelupuk mata
namun sering kali kau berada di bawah tempurung kepala

Bukan menjadi kamu yang ada dua
Bukan berarti kamu yang terpencar
bukna berarti juga aku yang dua
hanya saja kamu seringkali berpindah

Entahlah…
Entahlah kamu yang di pelupuk mata atau yang di bawah tempurung kepala.
Semakin dewasa aku mengenalmu, semakin saja aku merasa tak ada ubahnya kau yang di pelupuk mata atau yang di bawah tempurung kepala.
Tak ada beda namun tentu banyak yang nyaris sama.

Entahlah…
Entahlah sampai kapan aku berada dalam lautan mata atau tempurung kepala
Semoga saja hanya satu kamu, yang terkadang suka berpindah
Dari pelupuk mata ke bawah  tempurung kepala

Terdesak dan Terperosok

Ke kanan aku terdesak
ke pinggir aku terperosok
Ke utara aku seperti di madura
Ke selatan aku seperti di kelantan

Aku berdiri hanya dengan satu kaki
Aku berjalan diiringi satu tangan
aku melihat hanya dengan satu mata
Dan aku berbicara tanpa lidah yang berirama

Dalam hampir setiap duri yang menancap
Pada setiap langkah yang kutiti
Dalam setiap puntung rokok disamping sendal
ada hembusan nafas bersama wangi ketiakmu disitu

Aku terbiasa tidur tanpa beha
Aku juga terbiasa bernafas tanpa wangi ganja
Akupun sangat terbiasa membiarkan paru-paruku hidup berdampingan dengan polusi
akupun akan terbiasa menikmati cahaya bulan sendiri

Demi dewa-dewi
Aku bersabda bahwa manusia lahir sendiri – dan matipun sendiri.
Bukan soal idividualisme yang hebat terpatri
Tapi perkara soal ke-satu-an diri.

Get Well Very Soon, Ayah

image

Ayah, kau dikenal sebagai sosok yang menyenangkan. Sosok yang tak banyak bicara, cerdas, gesit, dan tentu penyayang. Tuhan memang mempunyai berbagai cara untuk mengajakmu dekat dengannya. Dan tuhan juga mempunyai berbagai cara untuk memberikanmu waktu sesaat untuk istirahat dari segala kelelahanmu. Aku yakin kau cukup kuat malah terlampau kuat. Ambillah waktumu sebentar untuk terlelap sejenakm mengistirahatkan jiwa dan ragamu dari segala bebanmu.

Ayah Galih, terlampau banyak yang menyayangimu disini. Terlampau banyak yang menunggumu kembali disini, terlampau banyak yang menangis atas keadaanmu kini. Kami yakin bahwa kau tentu bisa melewatinya dengan punggungmu yang kini akan semakin kuat.

Ge, kau pernah mengajarkanku bagaimana cara merajuk pada Tuhan. Biasanya orang-orang berdoa untuk diringankan bebannya. Namun kau mengajarkanku untuk meminta pada Tuhan bukan untuk diringankan bebannya, tetapi untuk dikuatkan punggungnya untuk memikul segala beban yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

Ayah, Ge, Bunggall, Poo, Master of Dragon. Banyak sekali pelajaran yang telah dan akan kau berikan kepadaku. Maka dari itu aku menunggumu untuk kembali disini bersama kami, minum kopi bersama, cerita bersama, tertidur gara-gara nonton film bersama, signature-an bersama, dan vacation bersama. Jangan patah semangat ya, Ge…

image

image

Salam hangat dari seluruh keluarga, kerabat, sahabat, saudara, dll.

Satu, Dua dan Tiga

Ini lebih dari sekedar rasa hangat saat aliran darah mengalir dari nadi menuju jantung. Ini juga lebih dari rasa kau seperti terpelanting dari lantai 36 sebuah gedung yang tak selesai dibangun. Dan ini juga lebih dari sekedar rasa panas saat kau tersedak seseruput kopi di pagi hari yang membuat lidahmu melepuh. Hanya saja hal itu terlalu membuat lidahku kelu untuk sekedar berucap hal serupa denganmu.

Tentu saja banyak rasa yang tak mampu diterjemahkan oleh lidah dan hati agar kalian mengerti, banyak juga kejadian yang tak mampu direka ulang oleh polisi agar semua memahami. Hal-hal yang tak sebanding dengan kenyataan yang berbanding terbalik akan konotasinya.

Tentu saja aku bukan hanya subjek yang menjadi topik pembicaraan antara kamu dan batinmu setiap harinya. Tentu saja banyak dia-dia yang lain yang merasuki relung sukmamu entah seberapa dalam. Entah siapa saja dan entah lebih dalam siapa. Perkara yang tidak mudah untuk mengetahuinya. Bahkan sulit dan terlampau sulit.

Entah aku berhak untuk cemburu atau tidak.
Entah aku berhak untuk cemburu atau tidak.
Dan, entah aku berhak untuk cemburu atau tidak.

Aku mengalami sebuah rasa yang tak mampu diterjemahkan dalam rangkaian aksara. Rasa yang kira-kira mampu membuat aliran darahku melaju begitu cepatnya, namun terkadang aku merasa seperti jantungku berhenti memompa. Rasa yang bisa membuat otakku berhenti bekerja. Rasa yang bisa membuat mataku seketika terbelalak hebat. Entah ini bisa diterima oleh akal sehat atau tidak. Secara sederhana, anggap saja aku cemburu. Walaupun pada dasarnya aku tak memiliki hak untuk itu.

Aku cemburu pada satu. Aku cemburu saat kau mampu meluangkan waktumu untuk bersamanya menonton sebuah pagelaran musik di bulan penuh rahmat itu. Aku cemburu saat kau relakan tubuhmu menggigil hanya untuk membuatnya tetap hangat. Aku cemburu saat kau menatapnya sebagai anak kecil walaupun dia sudah lebih dewasa daripada aku. Aku cemburu saat barang kesayanganmu dipegang olehnya. Aku tetap cemburu

Aku cemburu pada dua. Aku cemburu saat kau luangkan waktumu hanya untuk mendengarkan keluh-kesah berisiknya di pinggir jalan ibu kota. Aku cemburu saat kau berbagi tembakau dengannya karena tembakau yang kau gunakan mempunyai merek yang sama. Aku cemburu saat kau berusaha menguatkan telingamu hanya untuk mendengarkan cerita-ceritanya yang menurutku tak penting. Aku cemburu saat kau mengantarnya pulang ke rumah walaupun hanya sampai tikungan depan. Aku cemburu saat kamu berbagi taksi dengannya walau ku tau kalian mempunyai tempat tujuan yang berbeda.

Aku cemburu pada tiga. Aku cemburu saat kau mampu duduk berdua berjam-jam entah apa topik pembicaraanmu. Aku cemburu saat kau duduk berdampingan di mobil sesaat setelah kau ke pusat perbelanjaan. Aku cemburu saat kau selalu sigap untuk memperhatikan ponsel layar sentuhmu. Aku cemburu saat kutau kau mendapat telpon darinya. Aku cemburu saat kau selalu pasang mata, telinga, tangan dan kaki untuknya. Aku cemburu saat kau membelikannya balsem saat kakinya terkilir. Aki cemburu saat tak sengaja kudengar percakapan kalian dengan ”aku-kamu”. Aku cemburu saat kau menyediakan waktu untuk sekedar ngobrol dengannya sebelum tidur. Aku cemburu saat dia minta pertolonganmu walaupun itu hal kecil dan seharusnya bisa dilakukannya sendiri.

Aku menyadari hal-hal diatas merupakan hal kecil dan sepatutnya tak perlu kujadikan topik pembicaraan antara aku dan batinku.
Anggap saja itu hanya menjadi sebutir debu yang hinggap di mataku saat aku mengendarai sepeda motor tanpa pelindung mata. Rasanya memang tak nyaman bahkan cenderung perih. Pada saat itu aku harus menepi untuk membersihkan mataku dari sebutir debu tersebut dan kembali melaju.

Pada akhirnya muncullah sebuah pertanyaan, apakah aku berhak untuk cemburu atau tidak?

Tentu saja aku dan kamu disini bukan merupakan dua objek yang perlu ditanyakan ”siapa”. Ini cerita dari seorang kawan yang enggam untuk menuliskan secara langsung.

Through The Bridge Towards The Civilization

image

It’s an unforgetable momment when we’re at Baduy Village. A primitive civilization that keep their traditional life. They won’t have a modern living.¬† They keep their interaction with nature,
Going through this bridge is like a new life for me – as my own analogy. I lived there for about 8 days and had many things to learn. It’s an unforgetable experience.

Fist On Graduation

Pancasila dan Demokrasi Organisasi Mahasiswa

Pancasila merupakan sebuah falsafah hidup bangsa Indonesia yang berasal dari kristalisasi nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang dari generasi ke generasi. Pancasila juga sebagai dasar negara Indonesia dimana setiap silanya saling berkesinambungan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pancasila memiliki nilai-nilai yang kuat sehingga dapat dipergunakan sebagai suatu fundamentalisasi peraturan yang berlaku di bumi pertiwi.

Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan dimana kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Aspirasi dan kebutuhan hidup berbangsa dan bernegara disampaikan kepada para wakil rakyat agar terciptanya keseimbangan antara pemerintah dengan rakyat. Dalam konteks demokrasi dimana terdapat satu perwakilan atas setiap daerahnya. Sifat netral sangat dikedepankan demi terciptanya keaulatan rakyat yang mutlak.

Organisasi adalah suatu wadah yang berisikan dua orang atau lebih dan mempunyai tujuan bersama demi kelangsungan wadah tersebut. Sedangkan organisasi mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tujuan bersama, namun harus tetapsesuai dengan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) yang disetujui oleh semua anggota dan pengurus organisasi tersebut. Organisasi mahasiswa tidak boleh keluar dari rambu-rambu utama tugas dan fungsi perguruan tinggi yaitu Tridarma Perguruan Tinggi tanpa mengurangi daya kritis dan intelektual mahasiswa serta tetap berjuang atas nama mahasiswa, bukan atas nama pribadi atau golongan.

Demokrasi berorganisasi di kalangan mahasiswa pada tahun 1978 sempat dibekukan oleh Mendikbud Daoed Joesof. Kebijakan tersebut resmi dilakukan bersamaan dengan turunnya SK NO. 0156/U/1978 tentang NKK/BKK (Normalisasi Kegiatan Kampus/Badan Kordinasi Kemahasiswaan). Kebijakan ini berusaha mengarahkan mahasiswa hanya pada jalur kegiatan akademik dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dianggap dapat menjatuhkan rezim (orde baru) pada waktu itu. Pada dasarnya, kebijakan ini melarang bangkitnya Dewan Mahasiswa dan hanya mengizinkan Senat Mahasiswa Fakultas dan Badan Perwakilan Mahasiswa di tingkat fakultas. Hal tersebut merupakan suatu contoh kelam rezim orde baru dalam menyikapi keberadaan organisasi kemahasiswaan.

Demokrasi organisasi mahasiswa yang kni berlangsung telah mencapai suatu titik balik dari masa orde baru. Sebenarnya bukan demokrasi yang diterapkan di zaman itu, melainkan sistem otoritarian. Demokrasi baik dari segi organisasi atau apapun baru dapat dirasakan setelah reformasi dimana rezim orde baru runtuh. Demokrasi yang berarti kedaulatan di tangan rakyat baru dapat sepenuhnya dirasakan 15 tahun terakhir. Sungguh menjadi angina segar bagi para mahasiswa untuk mengembangkan daya kritis dan intelektualnya dalam organisasi baik politik, minat dan bakat, maupun akademis. Para organisatoris mahasiswa merasa sebagai seorang narapidana yang baru lepas dari bui.

Dalam demokrasi organisasi tentu terdapat nilai-nilai Pancasila yang luhur dan tumbuh berkembang dalam nadi demokrasi organisasi. Tentu Pancasila dan demokrasi organisasi mempunyai kaitan erat berhubung di dalamnya mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila menjelaskan tentang persatuan dan kesatuan, musyawarah untuk mencapai mufakat dan keadilan social yang satu sama lain merupakan landasan operasional sebuah organisasi kemahasiswaan tergantung dari AD/ART organisasi tersebut.

Implementasi Pancasila dalam demokrasi organisasi mahasiswa dapat kita telaah yakni sebagai berikut:

a. Ketuhanan Yang Maha Esa

Toleransi antar umat beragama membawa kita kepada suatu jalur visi dan misi yang sama dalam kehidupan berorganisasi;

b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Mengakui persamaan derajat hak dan kewajiban manusia serta menghormati adanya perbedaan gender, ras, kasta, angkatan atau trah sesama anggota;

c. Persatuan Indonesia

Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan keselamatan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan

d. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Mengutamakan  musyawarah untuk mencapai mufakat dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mufakat diliputi semangat kekeluargaan;

e. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menjunjung tinggi rasa keadilan.

Dari beberapa poin implementasi Pancasila dalam demokrasi organisasi kemahasiswaan ada beberapa nilai Pancasila yang tumbuh dalam badan organisasi yaitu antara lain:

a. Mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan atas setiap keputusan;

b. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat dengan mengusung asas kebersamaan;

c. Menghargai adanya perbedaan pendapat sebagai suatu fenomena yang wajar terjadi dalam sebuah organisasi demi terciptanya dinamika;

d. Menghargai perbedaan gender, ras, agama, suku dll;

e. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban;

f. Memupuk rasa kekeluargaan pada tiap anggota.

Namun sayangnya, pengamalan Pancasila dalam tubuh organisasi mahasiswa belum sepenuha dilakukan. Masih banyak organisasi kemahasiswaan yang berdiri atas kepentingan golongan atau pribadi. Penyelewengan demikrasi dalam organisasi masih banyak kita jumpai di bumi pertiwi. Contohnya, mahasiswa masih ada yang melakukan demonstrasi secara anarkis. Masih banyak juga mahasiswa yang tidak menggunakan etika sebagai kaum intelektual di forum-forum resmi. Dan masih banyak pula mahasiswa yang menjadikan organisasi kemahasiswaannya sebagai kendaraan politik demi keuntungan pribadi atau golonganya.

Oleh karena itu, dengan dibuatnya tulisan ini, besar harapan penulis untuk pengimplementasian nilai-nilai Pancasila yang luhur dalam organisasi kemahasiswaan mengingat Pancasila sebagai ideology bangsa dan sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Kita sebagai mahasiswa yang acapkali disebut sebagai agen perubahan mengemban tugas mulia untuk kembali meningkatkan eksistensi Pancasila bukan hanya sebagai tulisan atau rangkaian kata-kata mutiara, tapi juga eksistensi atas nilai dari tiap sila yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑